Senin, 21 November 2011

tugas tik

Ditemukan Kesalahan Fatal di Buku Pendidikan Agam Islam
Tribun Jogja - Senin, 21 November 2011 13:34 WIB
Share |
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL- Kesalahan pada buku ajar yang diterbitkan dan diedarkan oleh Disdakmen Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) pusat, seolah terus membayangi. Kali ini, kesalahan fatal ditemukan lagi di buku referensi pendidikan agama Islam berjudul "Islam Happy Ending".

Dari buku karangan Pinandita Nur Amalia, diketahui banyak kesalahan fatal antara ayat-ayat suci Al-quran dengan penafsirannya.

Kesalahan pada buku warna corak pink ber ISBN 978-602-8155-93-9, pertama kalinya ditemukan oleh pengampu pelajaran agama di SD Karangrejek Dua, Wonosari, Senin (21/11) pagi. Kesalahan di beberapa halaman seperti halaman 8, 45 dan 79 , umumnya hampir semua ditulis dengan dalil yang tidak sesuai dan sangat fatal.

Menurut keterangan salah satu guru agama SD Karangrejek dua, Bety Dwi Irawati, Spd, di halaman 8 buku tersebut, tertulis Surat Az-Zumar ayat 10. Padahal arti dan penulisan ayatnya, juga berbeda, meski masih relevan dengan tema yaitu sabar.

Sementara di halaman 45, ditulis dalil surat Asy-Syuura ayat 30 yang sebenarnya mengandung arti tentang musibah, namun ditulis "Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat ".

Tafsiran ini, seharusnya hanya berada di surat Asy-Syuura ayat 20. Sementara di halaman 79, ditulis ayat Ad-Dukhaan hingga ayat 91. Padahal, surat tersebut, hanya terdiri dari 59 ayat.

"Memang, banyak Ayat dan artinya tidak relevan, saya kira ada kesalahan ketik," katanya kepada Tribun Jogja, Senin (21/11).

Awal mula penemuan kesalahan tersebut, saat Bety secara tidak sengaja membaca buku yang ditulis "Milik negara tidak diperjual belikan", di kantornya. Ia mengaku penasaran, karena sempat membaca berita seputar kesalahan pada buku ajar, sebelumnya. "Ini, mungkin masih banyak lagi kesalahan kalau memang dicermati, khan sangat fatal," jelasnya.(*)

Penulis : Igt Agung Ismiyanto || Editor : Ibnu Taufik Juwariyanto
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar